Konten Rendang Willie Salim Dilaporkan, Ketua Komisi III DPR Sarankan Pakai Restorative Justice

Habiburrokhman, Ketua Komisi III DPR RI

JAKARTA, DETAKKAMPAR.ID - Konten kreator Willie Salim saat ini harus menghadapi sejumlah pihak, yang merasa dirugikan akibat konten masak rendang yang dibuatnya, di Kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang yang viral beberapa waktu lalu.

Dalam salah satu kontennya, Willie Salim kaget daging rendang sekitar 200 kg yang dimasaknya "hilang" ludes sebelum masak. 

Akibat konten tersebut, pro kontra timbul di media sosial. Sebagian pihak masyarakat Pelembang merasa narasi- narasi yang muncul bernada negatif, dan mencoreng citra kota Palembang.

 Willie Salim sendiri telah meminta maaf melalui akun Instagramnya pada Sabtu (22/3/2025).

"Saya minta maaf sebesar-besarnya untuk seluruh warga Palembang yang tersakiti gara-gara kejadian rendang yang viral ini. Banyak narasi yang tak enak bagi warga Palembang," tulis Willie Salim di akun @willie27_.

Namun sejumlah pihak masih belum bisa menerima. Sejumlah pihak membuat laporan ke pihak kepolisian terkait konten tersebut. 

Menanggapi hal ini, ketua Komisi III DPR RI, Habiburrokhman meminta penyelesaian yang ditempuh, sebaiknya melalui jalan musyawarah restorative justice. Ini dikemukakan politisi Gerindra tersbeut melalui akun pribadinya, @habiburokhmanjkttimur, Senin (24/3/2025).

"Kemarin Willie Salim dilaporkan kasus konten rendang, sebaiknya masalah itu diselesaikan melalui musyawarah restorative justice," kata Habiburokhman.

Menurut Habiburokhman, dalam kasus ini tidak terdapat mens rea, atau niat jahat dari Willie Salim untuk mencemarkan nama baik warga Kota Palembang. Oleh karena itu, ia menilai bahwa penyelesaian melalui musyawarah akan lebih baik.

"Jadi kalau ada pihak-pihak tersinggung dengan konten tersebut, ya lebih baik diselesaikan dengan bicara baik-baik," ungkapnya. (*)

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait